Pakistan Cari Minyak Alternatif Imbas Ancaman Jalur Hormuz dan Laut Merah
Pakistan berburu pasokan minyak mentah alternatif dari AS hingga Afrika akibat meningkatnya ancaman penutupan Selat Hormuz dan Laut Merah.
Kilang minyak dan fasilitas energi di Pakistan yang menghadapi potensi krisis pasokan
Ancaman Jalur Pasokan Timur Tengah
Menteri Minyak dan Sumber Daya Alam Pakistan menggelar pertemuan mendesak bersama para eksekutif kilang minyak nasional pekan ini. Menteri mengarahkan kilang untuk mengamankan pasokan demi mencegah kelangkaan energi di dalam negeri. Pejabat senior mengonfirmasi, "Pemerintah meminta kilang segera mengidentifikasi sumber minyak alternatif untuk menjamin kelancaran pasokan."
Ancaman penutupan Selat Hormuz dan blokade Selat Bab el-Mandeb oleh kelompok Houthi menjadi pemicu utama kepanikan ini. Situasi tersebut mengancam ekspor minyak Arab Saudi melalui pelabuhan Yanbu di Laut Merah. Saat ini, pengiriman minyak dari wilayah tersebut menjadi sangat tidak pasti bagi Pakistan.
Perburuan Minyak hingga Amerika dan Afrika
Para pengelola kilang di Pakistan mulai menghubungi pedagang internasional untuk menjajaki pembelian minyak mentah dari Amerika Serikat, Nigeria, dan Asia Tengah. Mereka juga mengontak pedagang di Singapura untuk mencari kargo minyak yang sudah berada di laut dan jauh dari konflik. Penjajakan ini dilakukan secara agresif dalam beberapa hari terakhir.
Sejumlah kilang seperti Pakistan Refinery Limited (PRL), Pakistan Arab Refinery Company (PARCO), dan National Refinery Limited (NRL) masih mengimpor minyak dari Uni Emirat Arab. Pengiriman dilakukan melalui Pelabuhan Fujairah yang berada di luar Selat Hormuz. Namun, kapasitas jalur tersebut dinilai tidak cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan nasional.
Pasokan LNG Turut Terganggu
Krisis di Timur Tengah tidak hanya mengganggu Pasokan Minyak mentah, tetapi juga merusak pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) Pakistan. Penutupan jalur laut membuat kargo LNG dari pemasok utama seperti Qatar tertahan di perjalanan.
Kondisi ini memaksa Pakistan membeli LNG di pasar spot dengan harga yang sangat mahal. Pemerintah harus mengeluarkan dana ekstra demi mengamankan pasokan gas nasional. Situasi ini menambah beban keuangan negara yang sedang berjuang menstabilkan ekonominya.