Houthi Deklarasikan Blokade Laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah
Kelompok Houthi mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah. Langkah ini memperparah krisis energi dan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Kondisi jalur pelayaran kapal tanker minyak di kawasan Laut Merah yang terancam blokade Houthi
Alasan Blokade dan Ancam Jalur Pasokan Minyak
houthi menyebut embargo maritim ini sebagai tindakan balasan atas pengepungan Yaman oleh arab saudi. Pemerintah arab saudi belum memberikan tanggapan resmi terkait pengumuman blokade tersebut.
Iran sebelumnya menginstruksikan houthi untuk bersiap menutup Selat Bab el-Mandeb. Penutupan total jalur ini berpotensi mengganggu pengiriman sekitar 7% dari total pasokan minyak global.
Saling Serang Militer dan Penurunan Lalu Lintas Tanker
Pengumuman blokade bertepatan dengan serangan udara AS ke Iran selama sembilan malam berturut-turut. Teheran melaporkan serangan di sejumlah wilayah seperti Tabriz, Chabahar, dan Bandar Mahshahr.
Lalu lintas kapal tanker minyak di Selat Hormuz juga mengalami penurunan drastis. Penyeberangan kapal supertanker meluncur menjadi rata-rata dua kapal per hari dari sebelumnya delapan kapal per hari.
Reaksi Pasar dan Gejolak Harga Minyak Dunia
Harga minyak mentah jenis Brent sempat melonjak di atas USD90 per barel pascadeklarasi blokade. Namun, harganya kembali melandai seiring beredarnya rumor mengenai upaya gencatan senjata.
Iran telah menerima usulan gencatan senjata selama 10 hari. Saat ini, minyak Brent diperdagangkan pada kisaran USD88,04 per barel dan West Texas Intermediate berada di angka USD82,29 per barel.