Samsung Biologics Beli PolyPeptide Rp29 Triliun Kuasai Pasar CDMO
Samsung Biologics mengakuisisi produsen obat asal Swiss, PolyPeptide, senilai Rp29 triliun untuk memperluas produksi obat peptida dan GLP-1.
Gedung dan fasilitas manufaktur obat modern milik Samsung Biologics
Akuisisi Jumbo Senilai Rp29 Triliun
Samsung Biologics menawarkan harga 44,31 franc Swiss per lembar saham secara tunai. Nilai penawaran ini setara dengan total nilai perusahaan sekitar USD 1,81 miliar.
Harga tersebut memberikan premi sebesar 6,1 persen dari harga penutupan saham PolyPeptide sebelumnya. Langkah ini menunjukkan keseriusan Samsung Biologics dalam menambah kapabilitas strategisnya di pasar manufaktur obat.
Dewan direksi PolyPeptide telah memberikan dukungan penuh terhadap kesepakatan bisnis ini. Pemegang saham mayoritas Draupnir Holding yang menguasai lebih dari 55 persen saham juga sepakat untuk menjual saham mereka.
Ekspansi ke Manufaktur Obat Peptida
Pendorong utama Akuisisi ini adalah melonjaknya permintaan global terhadap obat-obatan berbasis peptida. Produk terapi ini sangat dibutuhkan untuk penanganan obesitas serta diabetes seperti obat GLP-1.
Melalui Akuisisi ini, Samsung Biologics langsung mendapatkan akses penuh ke fasilitas produksi peptida khusus. Langkah ini melengkapi portofolio mereka di luar bisnis biologis tradisional yang selama ini dijalankan.
Persaingan Ketat di Industri CDMO
Akuisisi ini mencerminkan tren konsolidasi di industri CDMO global yang makin membutuhkan efisiensi skala besar. Perusahaan terus memperluas jangkauan operasional untuk memenangi persaingan pasar.
Integrasi dengan PolyPeptide semakin memperkuat layanan Samsung Biologics dari tahap pengembangan hingga manufaktur komersial. Posisi ini membuat mereka makin tangguh bersaing melawan rival global seperti Lonza dan WuXi.
Proses penawaran Akuisisi ini dijadwalkan mulai berjalan pada akhir Agustus 2026. Transaksi besar ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun.